Tingkatkan Pemahaman Pengelola melalui Kegiatan Literasi Jurnal Elektronik

0
154

Batam – Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan Jurnal di Indonesia, Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dan Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam sebagai host kegiatan mengadakan Literasi Jurnal bagi pengelola Jurnal Ilmiah Elektronik pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2020 di ruang serbaguna UIS, Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan Literasi Jurnal merupakan agenda akbar RJI pada tahun 2020 yang diselenggrakan di sejumlah Kota di Indonesia untuk memfasilitasi peningkatan literasi pengelola Jurnal se Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor II UIS serta dihadiri ketua LPPM, dan sejumlah dosen pengelola Jurnal se Kepulauan Riau, Riau, dan Jambi.

Ketua Korda RJI Kepulauan Riau, Febrian memberikan materi akreditasi jurnal ilmiah

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang juga menjabat sebagai Ketua Korda RJI Kepri beserta sejumlah narasumber dari sejumlah instansi memberikan topik pelatihan seperti akreditasi jurnal ilmiah elektronik, proses bisnis OJS, dan indeksasi DOAJ.

Dalam agenda yang dihadiri oleh sejumlah pengelola yang masih tergolong baru dalam mengelola jurnal elektronik berplatform Open Journal System (OJS) Febrian menjelaskan “Pengelola mestilah memahami bahwa poin penilaian jurnal elektronik berpedoman pada akreditasi jurnal ilmiah dan terdiri dari aspek manajemen OJS dengan persentasi penilaian 49% dan manajemen konten dan kualitas artikel sebesar 51%”.

Kegiatan literasi jurnal (diambil dari kegiatan Universitas Ibnu Sina – RJI)

Disamping itu, pengelola juga memahami prosedur pengajuan akreditasi jurnal imliah di website arjuna. Sejumlah persyaratan standar seperti E ISSN, kelengkapan website hingga DOI menjadi aspek yang dibahas dalam pelatihan tersebut. “Semoga dengan kegiatan ini, pengelola menjadi memahami bagaimana mengelola jurnal dan konten artikel agar memenuhi standar minimium jurnal terakreditasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah”, ujar Febrian. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here