Dari Konsep Abstrak Ke Lingkungan Yang Dekat: Inovasi Pop-Up Book Berbantuan Augmented Reality Hadirkan Budaya Melayu Dalam Pembelajaran Matematika

Tanjungpinang, 13 Agustus 2026 — Pembelajaran matematika di SMP Negeri 6 Tanjungpinang hadir dengan suasana berbeda. Materi bangun ruang tidak hanya dipelajari melalui rumus dan buku teks, tetapi dikemas melalui konteks budaya Melayu dan teknologi Augmented Reality (AR) dalam sebuah inovasi media pembelajaran Pop-Up Book berbasis AR.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim dosen yang terdiri atas Dr. Rezky Ramadhona, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, serta Roma Doni Azmi, S.Pd.I., M.Ed. dan Aang Yudho Prastowo, M.Pd. sebagai anggota. Dalam proses pengembangan dan pelaksanaannya, tim juga melibatkan mahasiswa, yaitu Dina Irsandi, Habibah, Winda Ariani, dan Serli Novi Fitrioka.

Tim peneliti mengembangkan Pop-Up Book berbasis AR sebagai inovasi pembelajaran matematika yang dirancang untuk membawa konsep bangun ruang yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan dekat dengan kehidupan siswa. Konsep-konsep bangun ruang dikaitkan dengan berbagai unsur budaya Melayu sehingga siswa dapat melihat bahwa matematika tidak berdiri sendiri, tetapi dapat ditemukan dalam lingkungan dan budaya di sekitar mereka.

Melalui Pop-Up Book, siswa dapat mengamati objek dan bentuk bangun ruang secara lebih konkret melalui tampilan tiga dimensi. Media tersebut juga dilengkapi dengan fitur Augmented Reality (AR) yang memungkinkan siswa mengeksplorasi objek pembelajaran melalui perangkat digital. Perpaduan antara media fisik, budaya lokal, dan teknologi digital menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Inovasi ini kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran matematika di SMP Negeri 6 Tanjungpinang. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengamati Pop-Up Book, mempelajari materi bangun ruang, serta mencoba fitur AR yang tersedia. Materi yang dikaitkan dengan budaya Melayu membuat pembelajaran terasa lebih kontekstual karena siswa dapat menghubungkan konsep matematika dengan sesuatu yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan budaya mereka.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa diberikan angket untuk mengetahui respons mereka terhadap penggunaan media. Hasil tanggapan menunjukkan respons yang positif. Beberapa siswa menyampaikan bahwa media tersebut “bagus, enak dibaca dan gampang dipahami.” Siswa lainnya mengatakan bahwa “belajar menggunakan Pop-Up Book cukup seru.”

Tanggapan positif juga terlihat dari komentar siswa yang menyatakan bahwa media pembelajaran Pop-Up Book “sangat menarik dan mudah dimengerti.” Siswa lainnya menilai bahwa “Pop-Up Book sudah sangat bagus karena mudah dipahami oleh siswa.”

Berbagai tanggapan tersebut menunjukkan bahwa inovasi Pop-Up Book berbasis AR memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep bangun ruang, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan budaya Melayu.

Melalui inovasi tersebut, tim peneliti berupaya menghadirkan pembelajaran matematika yang kontekstual, interaktif, dan bermakna, sekaligus memperkenalkan budaya lokal dalam proses pembelajaran. Penggabungan budaya Melayu dengan teknologi AR diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan pembelajaran matematika yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan siswa.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat menjadi ruang untuk mempertemukan konsep matematika, budaya lokal, dan perkembangan teknologi. Dari konsep yang sebelumnya terasa abstrak, siswa diajak melihat matematika melalui lingkungan dan budaya yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pembelajaran bangun ruang tidak hanya berorientasi pada pemahaman rumus, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata, kontekstual, dan bermakna.

Artikel Lainnya